Syarat sebuah kota adalah selalu berdampingan dengan sungai. Sebagai mata air kehidupan, juga menopang bentuk ragam kehidupan.

Cikapundung kini dinamis, mata air yang berhulu di gunung Bukittunggul, kemudian mengalir ibarat urat nadi yang menohok jantung kota Bandung, yang berahir di sungai Citarum. Jarak 10 kilometer dari hulu menuju titik jembatan Cikapundung yang dibangun 200 tahun yang lalu oleh Daendels, selalu ada kisah dan cerita yang menarik, diantaranya pola penduduk bantaran hulu sungai Cikapundung turut mendisain bentuk morfologi sungai. Mulai dari bencana lingkungan akibat sampah yang dibuang di sungai, hingga limbah rumah tangga yang turut melengkapi kumuh komposisi air.

Untuk ke duaratus tahun kalinya, sungai Cikapundung meradang. Perlu penyadaran baru, yang memang sudah berkali-kali didengunkan, namun komunitas Lubang Jarum Bandung berencana melaporkannya dalam bentuk gugatan visual, dengan gaya dan pendekatan yang berbeda, “PAPALIDAN CIKAPUNDUNG, Melubangi jantung kota” yang akan dilaksanakan tanggal 25 September 2010, sebuah reportase visual lubang jarum, menggunakan metode rekam yang hadir jauh sebelum Daendels lahir.

Komunitas Lubang Jarum Bandung (KLJI Bandung dan Kamerapinjaman.com) mengundang para sahabat penggemar lubang jarum, untuk bergabung dalam proyek bersama-merekam menggunakan kamera rakitan lubang jarum, sekaligus sebagai kado untuk Bandung 200 tahun,  yang akan dilaksankan sebagai berikut:

Hari/Tanggal
Sabtu, 25 September 2010

Venue
Kumpul (titik kumpul) Pkl. 06.00 WIB, di huruf DAGO, Cikapayang Dago (Turut bergabung dalam rangkaian gerakan moral visual “BANDUNG SAPOE), kemudian bergerak bersama di titik temu (07.00 WIB) Curug Dago, menuju Hegarmanah-Jembatan Babakan Siliwangi-Jembatan PASOPATI-VIADUCT dan berakhir di parkir Cikapundung, Jalan Cikapundung Timur (samping gedung PLN).

Acara
(11.00 WIB) Proses kertas foto (kamar gelap portable), (14.00 WIB) Gelar karya hasil reportase “Papalidan Cikapundung” di sepanjang parkir Cikapundung Timur, (16.00 WIB) Sarasehan dan pra-peluncuran buku “RAGAM KAMERA LUBANG JARUM” Karya kamera rakitan komunitas Pinhole Bandung.

Ketentuan
Terbuka untuk penggemar kamera lubang jarum dan pencita karya visual fotografi. Bagi mereka yang hendak bergabung, diharapkan menyediakan perlengkapan kertas, chemical dan kamera rakitan sendiri, panitia akan membantu untuk proses developing. Bisa menggunakan kertas foto atau negatif hitam putih.

Info
Untuk konfirmasi, harap mengirimkan email ke: denisugandi@gmail.com harap menyertakan nama, alamat, email, HP/no tlp. Info bisa menghubungi ke: 0813 22 393930 (deni sugandi) atau http://www.kljibandung.blog.com/

Share:
  • Digg
  • email
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • RSS
  • Tumblr