

Pusaka alam dan budaya kini terancam! maka Badan Pelestarian Pusaka Indonesia/BPPI (Indonesia Heritage Trust) perlu mengkomunikasinnya melalui kongres “TEMU PUSAKA NUSANTARA INDONESIA 2010” sebagai gerakan moral mendukung pelestarian, diantaranya mengkomunikasikan inventaris pusaka nusantara secara menerus, kepada pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.
Komunitas lubang jarum Pinhole Bandung, selaku bagian masyarakat pencinta pelestarian pusaka alam dan budaya, bergandengan tangan dengan Bandung Heritage Society/BHS, bermaksud membewarakan kondisi pusaka hasil budaya di Bandung kini.
Gelaran karya (lebih tepatnya pajang karya) adalah bentuk komunikasi yang dibalut dengan rupa dan teknik rekam visual yang ada jauh sebelum fotografi lahir, metode rekam lubang jarum. Alasan komunitas Pinhole Bandung mengetengahkan cara seperti ini, karena bahasa komunikasi lain (verbal) telah gagal. Jargon-jargon pelestarian ditulis besar dan tebal di poster, spanduk, bilboard, media harian umum, majalah, ulasan dalam berita elektronik dan sebagainya, tetap kehilangan maknanya, karena terlalu bombastis dan tidak menarik lagi.
Pinhole Bandung berkeyakinan, dengan menyajikan dalam rupa yang unik, tentunya audience akan menyikapi dengan rasa yang berbeda. Sehingga pesan “pelestarian” turut disisipkan pada setiap penafsiran setiap karya rupa visual.
Dalam gelar karya pajang ini, komunitas penggemar kamera rakitan tanpa lensa, Pinhole Bandung, menyertakan 18 karya lubang jarum, diantaranya Abdulah Rofii, Aceng Suparman, Agustian Abe T, Ahmad Afgan, Deni Rahadian, Deni Sugandi, Gilang A. Ramadan, Gungun Nuryadin, Ramdan B. Nugraha, Veralala, Vivi Novia, Willi, Benny Kurniawan dan Roni Syahron Fajar. Masing-masing diambil dalam kurun waktu satu tahun, dengan teknik rekam menggunakan media kertas foto peka cahaya, ukuran 8.9x14cm, yang diproses menggunakan proses fotografi tradisional.
Beberapa karya yang dipajang, diambil dari garapan workshop reportase dan kompilasi perayaan pada acara PINHOLE DAY, tanggal 26 April 2010, kemudian garapan bersama Pinhole Bandung didukung oleh Common Room dan Bandung Oral History/BOH, tanggal 7 Juli 2010, yang kemudian dipamerkan di Selasar Sunaryo Art Space, dalam rangkaian pameran bersama kontemporer “The Lost of The Real” 18 Juli hingga 1 Agustus 2010. Karya lainya diambil pada saat event yang diselenggarakan oleh Arena Culturan-Gelar Batik Jawa Barat 3-4 Juli 2010, Gelar Kriya Kulit Jawa Barat tanggal 7-8 Agustus 2010 di Gedung Sate Bandung.
Pinhole Bandung, berharap, pesan pelestarian melalui karya fotografi ini bisa turut mengingatkan kembali, arti penting pusaka alam dan budaya nusantara. (denisugandi@gmail.com)
Tanggal
23 s/d 26 Septemeber 2010, pkl. 10.00 wb – 17.00 wb (gratis)
Venue
Ballroom, Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih 12, Ciumbuleuit Bandung
Info
081322393930/deni
http://www.kljibandung.blog.com/
http://www.facebook.com/event.php?eid=136605176374357&index=1













