Salam leuleupeutan!
Gabung yu, memaknai Dago melalui kamera rakitan lubang jarum. Konon katanya, wilayah utara Bandung ini terdapat rumah peristirahatan milik  Andre van de Brun, juga terdapat komplek sanatorium, dahulu dikelola oleh Netherland Rode Kruis, kemudian berganti kepemilikan menjadi Palang Merah Indonesia. Kemudian katanya, sesepuh warga Dago pernah menuturkan bahwa sepanjang jalan Dago rimbun dengan pohon peneduh jenis ki hujan. Namun kini, sebagian pepohonan tersebut hilang, berganti menjadi kepentingan ekonomi, diantaranya bangunan itu beralih fungsi menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Bagaimana kita menyikapinya kini? Mari bergabung, sama sama memaknai Dago kini dengan melalui lubang, kamera lubang jarum.

Hari/tanggal
Minggu, 27 Februari 2011, pkl. 06.00 WIB

Venue
Berkumpul di depan kampus ST Inten (seberang pom bensin Petronas Dago)

Konfirmasi keikutsertaan
Silahkan posting keikut sertaan nama di sini:

http://www.facebook.com/event.php?eid=180093728694648

Ketentuan
Terbuka bagi siapa saja, dengan syarat memiliki kamera rakitan lubang jarum. Kertas dan proses akan disediakan oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia Bandung.

Penyelenggara
Adalah komunitas penyuka kamera rakitan tanpa menggunakan lensa; Komunitas Lubang Jarum Indonesia Bandung/KLJI Bandung. Lahir semenjak tahun 2002 lalu, turut pula menyebarkan kreatifitas dan imajinasi bagi warga Bandung. Mari bergabung di komunitas ini:

http://www.facebook.com/group.php?gid=76704649492

Blog
http://kljibandung.blog.com/

Info acara: 081802125424/deni rahadian

Share:
  • Digg
  • email
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • RSS
  • Tumblr