Bagi mereka yang sering penasaran, berikut tutorial singkat merakit kamera, dari bentuk yang sudah ada, kemudian dimodifikasi. Menggunakan kaleng bekas kemasan bumbu dapur vetzin, saya mulai merakit. Tidak seperti harus mencari bentuk baru, kaleng ini sudah dianggap pas, karena ukurannya pas sangat mungil, cocok untuk kertas foto lipat dua.

Kenapa lipat dua? Pastilah ini dalam rangka penghematan, tidak seperti roll film yang dianggap masih banyak tersedia di toko foto, sedangkan kertas foto sudah sangat terbatas.

Langkah pertama: pastikan alat bantu sudah tersedia; pilox hitam doff/bisa juga diganti menggukan karton hitam, kaleng media kamera, penggaris, jarum, gunting, plong/alat seperti paku-pembolong (bisa dicari ditoko besi, dengan kisaran harga 10ribuan), karet gelang, pemotong/cutter, seloptip kertas-double tape dan plakban hitam. Selebihnya adalah keterampilan dan semangat!

Kedua: potong penyekat bagian atas menggunakna cutter, hati-hati, karena penutup kaleng ini bisa digunakan sebagai media lubang (potong ukuran 2x2cm), kemudian bersihkan. Beberapa kaleng bekas, yang biasa dipungut dipembuangan sampah, tentunya harus dibersihkan terlebih dahulu, pastikan bebas karat, selain berbahaya bagi tangan-ketika memasukan kertas, juga bisa mengakibatkan bocor, atau cahaya bocor.

Ketiga: pastikan ukuran kertas pas. Untuk kaleng vetzin yang saya buat, untuk kertas ukuran 9x14cm dilipat, jadi bisa dua kali ekspos. Posisi kertas dilengkung, jadi persis seperti kaleng merek rokok, gambarnyapun akan distorsi, seperti cembung-fish eye effect.

Keempat: gunakan karton hitam, agar permukaan kaleng bagian dalam tidak reflektif. Bila malas, bisa juga menggunakan cat semprot hitam doff. Dalam penyemprotanpun harus bertahap. Cukup semprotan tipis, kemudian dibalas lagi setelah beberapa saat, setelah lapisan cat pertama sudah kering.

Kelima; setelah cat benar-bena kering, gunakan plong! Perlu keterampilan khusus, gunakan tatakan keras, bisa balok kayu jenis keras-jati, sebagai alas tempa. Bila memaku langsung, biasanya kaleng akan penyok, selain kurang baik, juga mengganggu estetika kaleng tersebut. Setelah itu, gunakan almunium penutup sebagai lensa. Selebihnya pastikan tidak ada cahaya yang masuk, dengan cara mengcobanya. Selamat mencoba! (denisugandi@gmai.com)

Share:
  • Digg
  • email
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • RSS
  • Tumblr