Catatan pelatihan dan pameran karya lubang jarum di event Thanks To Nature Teh Kotak, minggu 23 Oktober 2011.

Terima kasih itu diucapkan setelah ada yang memberi. Lepas dari apa yang telah diterima, baik itu dianggap penting atau tidak, kata terima kasih itu tetap harus di niatkan, sebagai rasa ungkap syukur. Begitu pula dengan komunitas lubang jarum di event Thanks to Nature Teh Kotak (23/10/2011), ungkapan terima kasih itu dimaknai sebagai proses menghargai, mengembalikan sebagian yang dimiliki, untuk keberlangsungan siklus alam.

Bagaimana komunitas ini memaknainya? Seperti Artistoles ungkap, melihat dunia melalui lubang, komunitas ini mengajak partisipan untuk melihat alam dari perspektif lain, sebuah tawaran cara melihat untuk menggugah cara berfikir dengan menggeser sudut pandang umum, menjadi sesuatu yang baru, meskipun yang ditawarkannya adalah teknologi purba; kamera obskura terbuat dari kemasan karton bekas!

Ruang luar Bumi Sangkuriang, berhampar rumput, sementara dipijak menjadi ajang adu tawar ideologi menuju trend kompromi dengan alam semesta, hadir diantaranya beberapa seniman, komunitas alami maupun produsen yang sadar betul keberlangsungan siklus keseimbangan alam. Bentuk yang ditawarkanpun beragam, mulai dari ajakan menanam pohon dimulai dari pekarangan rumah, arena bermain tradisi dengan muatan lingkungan, seni membatik, asesoris alami dan tentunya fotografi lubang jarum.

“Lubang jarum adalah menawarkan cara berfikir, bahwa kita bisa” ungkap Ray Bachtiar, pendiri jejaring komunitas lubang jarum Indonesia. Kesempatan ini ia lontarkan dalam bentuk presentasi komunitas di ruang dalam Bumi Sangkuriang. Selain pengetahuan fotografi dasar, juga mengajarkan lain menikmati metode rekam dasar untuk fotografi, papar saya pada salah seorang pengunjung, yang sengaja datang  jauh dari kota Surabaya. Empat karton kemasan bekas minuman tersebut  bisa beralih fungsi sebai kamera, inilah rangkaian pelatihan merakit kamera, yang diselenggarakan oleh komunitas ini.  Empat kemasan karton, adalah sebagai bahan dasar material, yang dilipat dan dipotong sesuai ukuran kertas foto 9x14cm, yang kemudian dilipat dua. Teknis perakitan seperti ini tidaklah sulit, karena mudah dilakukan dengan dibantu peragaaan sederhana.

Sejak pagi tadi, teman-teman Komunitas Fotografi Farmasi/STF Bandung sudah hadir, Fajar, Jefri dan kawan-kawan langsung merapat, membantu mempersiapkan foto karya dipajang di dinding gudang. Dari Blackhole Upi diwakili Kenas, Desty dan kawan-kawan. Seperti biasa, wadya balad pinhole  Bandung selalu setia hadir; Ahmad Agfan, Vivi Novia, Benny, Egi Bantani, Roni, Ramdan, Gungun, Wili, Ami aminudin, Vera Lovala, Deni Rahadian, Hani Rosidaini, Gilang Ramadhan dan Deni Sugandi.

Mungkin puluhan orang yang rela mengantri menunggu giliran merakit kamera, mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, hingga umum, semuanya suka cita, saling melepaskan rasa penasaran merangkai kemasan karton menjadi kamera. Proses pelatihan sempat tertunda dua kali karena hujan. Ruang luar taman yang disulap menjadi ruang bermain pelatihan ini, otomatis menjadi genangan air. Beberapa karya yang dipanjang pun bermandi, termasuk beberapa kamera purwa rupa dari material karton rusak-basah. “Kami menyerahkan semuanya sama yang di atas” bela pelaksana menyikapi booth becek akibat hujan. Jawaban yang aneh bagi organiser, yang seharusnya bisa mengakomodir keamanan, kenyamanan tenant.

Guyuran hujan, bagi komunitas ini diterima sebagai berkah, bahwa pelatihan tetap bisa dilangsungkan seadanya. Sisa semangat masih menetes, seiring gerimis yang masih manja menggantung. “Kalau dibuka agak lama, gambarnya jadi gimana?” tanya salah satu partisipan, “Ya over, alias bakal jadi hitam, begitu juga sebaliknya, menjadi putih kalau kurang cahaya” jelas Wili, jelas, rupanya lubang jarum mengajarkan mencari keseimbangan, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, tengah-tengah saja. Sama persis dalam siklus alam, dengan cara memaknai lubang jarum, berarti sama juga menjaga keseimbangan alam, inilah ruwatan bumi gaya lubang jarum.(denisugandi@gmail.com)

Share:
  • Digg
  • email
  • Facebook
  • Google Buzz
  • Ping.fm
  • Plurk
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz
  • del.icio.us
  • RSS
  • Tumblr